Dja-dJuk

September 7, 2008

Doa Buka Puasa

Filed under: Doa-doa

Bismillah, Allahumma Laka Shumtu Wa Alla Rizqika Aftartu
(artinya: Dengan nama Allah, Ya Allah karena-Mu aku berbuka puasa dan atas rizqi dari-Mu aku berbuka). [Riwayat: Thabrani di kitabnya Mu’jam Shogir hal 189 dan Mu’jam Auwshath]

taukah doa berbuka puasa yang sering kita baca diatas? ternyata sanad hadits ini adalah lemah(dlo’if).

Mau tau alasannya:

1. Ismail bin Amr Al-Bajaly adalah seorang perawi hadist yang lemah

    Hal ini dikemukakan oleh:

    - Imam Dzahabi

       mengatakan di kitabnya Adl-Dhu’afa : Bukan hanya satu orang saja
       yang telah melemahkannya.

    - Imam Ibnu ‘Ady: Ia menceritakan hadits-hadits yang tidak boleh dituruti.

    - Imam Abu Hatim dan Daruquthni:mereka berkata bahwa hadist tersebut Lemah!

    - Ref : Lihat di Mizanul I’tidal 1/239

      Abdul Hakim bin Amir Abdat: Dia yang meriwayatkan hadits lemah bahwa imam tdk blh adzan.

2. Dawud bin Az-Zibriqaan ada di sanad hadist tersebut.

    - Muhammad Nashiruddin Al-Albani

      Berkata: Dia(Dawud bin Az-Zibriqaan) ini lebih jelek dari Ismail bin Amr Al-Bajaly.

    - Imam Abu Dawud, Abu Zur’ah dan Ibnu Hajar: Mereka berkata: "Matruk.!"

    - Imam Ibnu ‘Ady

      Umumnya yg diriwayatkan(Dawud bin Az-Zibriqaan)tdk blh diturut.[ref:lihat Mizanul I’tidal 2/7]

   - Al-Ustadz Abdul Qadir Hassan

      Al-Ustadz Abdul Qadir Hassan membawakan riwayat Thabrani ini di Risalah Puasa tapi beliau
      diam tentang derajad hadits ini.

Kalau sudah jelas dha’if, lalu harus bagaimana?

Karena do’a dalam hadits ini dlaif (lemah), maka lebih afdal kita mengambil do’a alternatif yang lebih baik isnadnya yang dapat kita munafaatkan dalam amalan sunat membaca do’a ketika berbuka puasa.

Menurut Sheikh Al-Islam Ibn Taimiyah:

"Manusia hendaklah berdo’a dengan do’a-do’a yang dibenarkan dalam syariat yaitu yang datang dari Al-Quran dan Sunnah! Karena sesungguhnya didalamnya tidak ada keraguan mengenai fadilat dan kebaikannya, dan sesungguhnya ia adalah jalan yang lurus. Ulama Islam dan Imam-Imam agama telah menyatakan do’a-do’a ini yang ada didalam syariah, dan berpaling dari do’a-do’a yang direka-reka (bid’ah), maka hendaklah kita mengikuti mereka didalam perkara itu." [Ref: Majmu’ al-Fataawa, 1/346,348]

Do’a dan puasa merupakan ibadat, dan sudah tentu bacaan-bacaan yang diketahui benar datang dari Nabi saw menjadi keutamaannya untuk diamalkan. Sudah tentu pula dibulan yang penuh berkat ini, umat Islam ingin mencapai semaksimal mungkin derajat ibadatnya kepada Allah swt. Sehingga ini termasuklah membaca do’a berbuka puasa yang terbaik yang dapat dikaitkan dengan Nabi saw seperti do’a dibawah ini:

"Umar berkata:
Nabi Rasulullah saw ketika berbuka puasa berkata:

Zahabaz Zama’u wabtallatil ‘uruuqu wathabatal Ajru Insyaallah."

Artinya:

"Telah hilang dahaga dan telah basah urat-urat dan telah tetap pahala insya Allah." [Hadith diriwayatkan oleh Abu Daud #2357, Al-Daaraquthni #25, Ibn Hajar dalam al-Talhis al-Habiir (2/202)] Al-Daaraquthni mengatakan bahawa hadith ini isnadnya Sahih.
 

 

Rujukan :
1. Mohammad bin Abdul Rahman Qasim.
    Majmu’ Fatawa Shiekh Al-Islam Ibnu Taimiyah - 1, 22, 27.Mekah : Percetakan Al-Hukumah, 1969.
2. Al-Hafiz Imam Nawawi. Al-Azkar. Beirut : Dar Al-Ma’rifah. halaman 172.
3. http://youngmuslimsindo.blogspot.com/2005/10/
    doa-berbuka-puasa.html

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ian Main